Feature Terbaru Dari Windows Live Photo Gallery

Windows Live Photo Gallery merupakan generasi terbaru dari Windows Photo Gallery. Berbeda dengan pendahulunya, Live Photo Gallery merupakan bagian dari aplikasi dan services yang ditawarkan oleh Windows Live.

Windows Live Photo Gallery
Bukan Sekadar Foto Viewer

Sebagai bagian dari Windows Live, Windows Live Photo Gallery bersama-sama dengan Windows Live Mail, Windows Live Messenger, dan aplikasi Live lainnya, selain dapat dijalankan pada sistem operasi terkini dari Microsoft, Windows Vista, juga bisa dijalankan pada sistem operasi Windows XP. Hanya saja, syarat yang perlu dipenuhi adalah Windows XP yang dipakai telah menggunakan Service Pack 2. Produk ini bisa di-download secara gratis melalui website http:// get.live.com.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi yang ada saat ini telah membuat dunia fotografi yang dulu terasa sebagai hobi atau profesi mahal, menjadi sesuatu yang bisa dinikmati oleh siapa pun dan kapan pun. Dengan berkembangnya fotografi digital dan kamera digital (termasuk kamera yang terdapat di ponsel), minat orang untuk membuat, mengedit,dan menyimpan foto-foto pribadi meningkat luar biasa.

Sebenarnya Windows Live Photo Gallery bisa disebut sebagai sebuah aplikasi viewer yang “hanya” dipakai sebagai tools untuk melihat foto-foto yang tersimpan di dalam media penyimpanan, seperti hard disk atau flash disk. Namun ternyata, jika kita mau menggali lebih dalam lagi, kita bisa menemukan banyak hal yang bisa dilakukan dengan menggunakan produk yang satu ini, lebih dari sekadar memperlakukannya sebagai viewer belaka.

Impor foto dari kamera

Pada saat ini, dengan menggunakan kamera digital apa pun, kita bisa dengan mudah men-download foto-foto yang ada di dalam kamera tersebut ke dalam hard disk. Ketika PC kita telah ter-install Windows Live Photo Gallery, kita dapat langsung menikmati fasilitas kemudahan yang diberikan sejak kamera digital kita terhubung dengan PC melalui kabel USB (pada kamera yang canggih bisa dilakukan dengan menggunakan WiFi!).

Impor foto dari kamera

Pada feature Photo Import Tool, Windows Live Photo Gallery akan secara langsung mengelompokkan foto-foto dari kamera ke dalam folder-folder yang akan terbentuk secara otomatis pada hard disk PC kita, berdasarkan tanggal diambilnya foto tersebut. Sejak awal proses import ini, kita langsung terbantu dalam hal pengelolaan foto-foto yang kita miliki. Sebenarnya hal seperti ini juga sudah bisa dilakukan pada Windows Photo Gallery (tanpa kata Live) di Windows Vista. Hal baru yang diperbaiki di Windows Live Photo Gallery adalah pengguna bisa memilah-milah foto mana yang akan diimpor dan mana yang tidak. Sedang pada versi sebelumnya, pengguna “dipaksa” untuk mengambil semua foto yang ada di dalam kamera sekaligus.

Windows Live Photo Gallery juga mendukung format RAW dari beberapa jenis kamera populer sehingga produk ini benar-benar sangat menarik bukan hanya bagi fotografer pemula, tetapi juga mereka yang profesional.

Meski bernama Live Photo Gallery, jangan menganggap bahwa produk ini hanya ditujukan untuk mengurusi foto-foto saja. Jika Anda telusuri lebih jauh, ternyata produk ini juga bisa digunakan untuk meng-impor file-file berformat video dari kamera (tentunya pada kamera yang memiliki feature perekam video).

Photo rating

Feature lain yang bisa dipakai untuk mengelola koleksi foto-foto kita adalah kemampuannya untuk memberikan rating pada foto. Bagi sebagian fotografer, feature ini sangat bermanfaat untuk menandai foto mana yang akan diproses dan mana yang tidak. Banyak fotografer terbiasa mengambil beberapa gambar, misal untuk pose yang sama (pada portraiture/ glamour photography), dan kemudian memilih satu di antaranya sebagai yang terbaik. Prinsip yang sama juga sebenarnya bisa diimplementasikan oleh fotografer pemula. Kita juga dapat menyortir foto-foto yang ada berdasarkan tingkat rating yang diberikan.

Metadata foto

Perkembangan fotografi digital tidak hanya membawa dampak pada memasyarakatnya kamera digital, tetapi juga membuat orang bisa memotret kapan pun tanpa memikirkan biaya, kecuali fotonya ingin dicetak. Akibatnya, di dalam hard disk kita terdapat ribuan foto dari berbagai acara dan kejadian menarik yang ingin dikoleksi. Sekali lagi, Windows Live Photo Gallery bisa membantu pengguna dalam mengelola foto-foto yang tersedia.

Feature editor metadata yang ada memungkinkan pengguna untuk memasukkan atribut-atribut sebagai data pendukung sebuah foto, seperti lokasi tempat foto diambil, memberi label nama acara, atau kejadian pada foto tersebut, siapa fotografernya, memberi nama album atau kata kunci apa pun yang ingin dimasukkan ke dalam metadata foto tersebut. Pengguna juga dapat memasukkan kata kunci yang sama untuk beberapa foto sekaligus. Feature ini akan sangat terasa optimal manfaatnya jika sistem operasi yang dipakai adalah Windows Vista karena kita bisa mencari dan mendapatkan kembali foto-foto yang ada di dalam PC secara mudah. Ini dapat dilakukan hanya dengan memasukkan kata-kata kunci yang kita ingat ke dalam fasilitas Instant Search yang terdapat di Windows Vista (fasilitas ini tidak hanya dapat mencari berdasarkan nama file, tetapi juga berdasarkan atribut metadata sebuah file).

Jangan lupa pula, Anda pun dapat menambahkan metadata serupa pada file-file video yang ada di dalam hard disk.

Menurut Craig Cincotta, Microsoft Senior Product Manager – Consumer Product Feature, pengguna juga dapat memanfaatkan atribut metadata untuk memasukkan informasi posisi geografik dari lokasi di mana foto itu diambil. Cara itu dilakukan dengan memadukannya bersama layanan lain, Live Maps/Visual Earth.
Photo editing

Windows Live Photo Gallery bukan hanya sekadar aplikasi untuk men-download dan mengelola penyimpanan koleksi foto-foto. Lebih dari itu, pengguna juga bisa memanfaatkan Windows Live Photo Gallery untuk melakukan editing sederhana pada foto tanpa harus mempunyai pengetahuan mengenai manipulasi sebuah foto digital! Ketika masuk ke dalam mode edit foto (Fix), pengguna akan melihat beberapa pilihan editing yang tersedia. Mulai dari menghilangkan efek mata merah (red-eye reduction) yang biasa terjadi pada objek foto (manusia), menambah atau mengurangi tingkat ketajaman gambar, tingkat exposure, saturasi warna, mengatur histogram foto, hingga cropping atau mengubah ukuran foto guna memperoleh hasil yang paling memuaskan.

Anda tidak perlu khawatir terhadap semua kegiatan editing yang dilakukan. Jika ternyata hasilnya tidak memuaskan, cukup klik option “Undo” untuk membatalkan sebagian atau semua editing yang telah dikerjakan pada foto tersebut. Menanggapi hal ini, Valens Riyadi, administrator salah satu website komunitas fotografi terbesar di Indonesia Fotografer.net mengatakan, ’’Windows Live Photo Gallery memungkinkan pengguna melakukan pengolahan foto dengan mudah. Penggu-
na awam tidak perlu paham teknis pengolahan foto secara detail. Fungsi Auto-Adjust cukup cerdas untuk melakukan balance warna, suhu warna, saturasi, dan histogram dengan tepat.”

Slide shows

Feature Slide Shows tentunya sudah sangat dikenal. Dengan feature ini kita bisa menampilkan deretan koleksi foto-foto kita secara bergantian untuk ditampilkan di layar monitor secara kontinu. Cara menampilkan foto-foto dengan menggunakan mode slide shows sama seperti pada aplikasi lain, semudah meng-klik tombol untuk Slide Shows. Namun, yang menarik di sini kita bisa menampilkan slide shows dengan menggunakan theme yang bisa mempercantik efek visual pada setiap transisi yang terjadi antarsatu foto ke foto berikutnya. Keragaman theme yang ada juga ditentukan oleh versi Windows yang dipakai (Vista Home Premium atau Vista Ultimate tentunya akan memberikan lebih banyak pilihan dibanding Vista Home Basic).

Bukan hanya fungsi slide shows ’tradisional’ yang bisa kita manfaatkan pada Windows Live Photo Gallery. Kita bisa juga memanfaatkannya untuk memilih foto-foto dan atau video tertentu yang ingin kita tampilkan dalam slide shows sebagai screen saver yang aktif dalam PC!

Bersama-sama dengan feature editingnya, Windows Live Photo Gallery juga bisa dipakai untuk menghasilkan sebuah ’presentasi’ slide shows yang benar-benar hidup. Anda dapat memadukan foto, video, dan musik dalam sebuah theme pilihan. Untuk seseorang yang hobi fotografi seperti Yuliana Tan, yang sehari-harinya sibuk sebagai Marketing Communication Manager di PT. Zyrexindo Mandiri Buana, hal tersebut sangatlah menarik. Menurutnya, ’’Jika selama ini foto-foto yang dibuat hanya untuk dicetak atau dipajang di website, dengan produk ini semua foto bisa dirangkai menjadi video bertema dan bisa juga dilengkapi dengan lagu kesayangan sebagai theme song foto-foto tersebut. Menarik sekali, karena orang awam pun bisa menggunakannya dengan mudah!”

Foto panoramik

Ambil beberapa foto dari sebuah area seia ra memanjang, dari ujung ke ujung. Masukkan foto-foto tersebut ke dalam Windows Live Photo Gallery dan buatlah Into panoramik yang akan menyambung-1 an foto-foto tersebut menjadi satu tampilan sambung menyambung. Photo stitching, begitu istilah yang selama ini dikenal di dunia fotografi. Teknik dasarnya sederhana, antara satu foto dengan foto lainnya pada area yang bersambungan terdapat hidang yang overlap. Berdasarkan bidang overlap inilah algoritma akan mengalkulasikan gambar hasil sambungan satu foto dengan foto berikutnya.

Kirim foto via e-mail

Adanya integrasi antara Windows Live Photo Gallery dan Windows Live Mail (baca CHIP edisi Desember 2007) memudahkan kita ketika ingin mengirim beberapa foto dari dalam galeri melalui e-mail. Pilih foto-foto yang ingin dikirim, lantas klik ikon “Email”.

Seperti yang sudah dibahas pada artikel Windows Live Mail, berapa pun besarnya foto-foto tersebut, pengguna bisa mengubah ukuran resolusi foto yang akan terkirim. Jika ternyata ukurannya masih dianggap besar, Windows Live Mail hanya akan mengirimkan foto yang dalam bentuk thumbnail kepada penerima dan menaruh foto-foto ukuran sebenarnya pada sebuah alamat website sementara di www. live.com. Foto-foto di dalam website tersebut bisa di-download kapan pun, sampai dengan 30 hari setelah e-mail itu dikirim.

Upload foto

Integrasi antara aplikasi Windows Live Photo Gallery sebagai aplikasi desktop di PC kita dengan layanan online seperti Windows Live Space atau Flickr (http:// www.flickr.com) untuk menyimpan galeri foto secara online merupakan salah satu feature paling menarik pada produk ini. Pilih foto-foto dalam hard disk Anda melalui Windows Live Photo Gallery dan klik “Publish”! Ya, semudah itulah langkah yang kita perlukan untuk mempublikasikan galeri foto kita secara online di Internet.
Pengguna juga tidak perlu khawatir kehilangan semua tag atribut metadata yang pernah ditambahkan pada foto-foto tersebut sebelum di-publish di Internet. Begitu juga ketika ada teman atau siapa pun yang men-download foto tersebut dari galeri online Anda, mereka juga tetap bisa memanfaatkan metadata tersebut sebagai bagian dari atribut foto yang bisa dipakai dalam proses Instant Search di Vista.

Cetak foto

Yang menarik dari menu cetak foto pada Live Photo Gallery bukanlah pada saat pengguna hendak mencetak fotonya di printer yang dimiliki. Namun, pengguna bisa mengirim foto-fotonya yang hendak dicetak ke studio cetak foto melalui Internet. Tentunya jika studio tersebut telah mengimplementasikan teknologi yang memungkinkan mereka menerima order cetak lewat Internet.

Sekarang setidaknya kita bisa bayangkan dulu, jika selama ini hendak mencetak foto, kita mesti datang sendiri membawa film atau memory card yang berisi foto-foto yang hendak dicetak tersebut ke studio cetak foto. Pada waktunya nanti kita cukup mengklik tombol “Print Online” pada Windows Live Photo Gallery dan memasukkan data keuangan (seperti nomor kartu kredit dan alamat kirim). Selanjutnya, tinggal tunggu kurir mengantarkan hasil cetakannya ke rumah Anda.

Penutup

Sebagai sebuah produk yang sedang mengalami revolusi dari bentuk sederhananya, Windows Live Photo Gallery benar-benar memberikan pengalaman yang menarik. Catatan: jika kita meng-install produk ini pada sistem operasi Windows Vista, Windows Live Photo Gallery ternyata akan berjalan berdampingan dengan Windows Photo Gallery. “Tampilannya hampir sama. Jika pengguna kurang jeli, akan mudah tertukar. Sebaiknya, Windows Live Photo Gallery meng-’kudeta’ keberadaan Windows Photo Gallery.”

Rahmat Zik