Cara Mendeteksi Dan Memperbaiki Driver Windows Yang Korup

ARA KOMPUTER melakukan sebuah perjalanan ke “jantung” Windows. Di tempat yang hampir-hampir tidak pernah dikunjungi pengguna ini, akan kita pecahkan masalah PC yang berhubungan dengan driver rusak.

Driver Yang Korup

Bila tuning-tools hanya mencapai permukaan, tools yang akan kita gunakan di sini akan langsung masuk ke dalam sistem operasi. Setelah perjalanan ini, Anda dapat mengklaim sebagai ‘pakar’ Windows yang tak takut lagi terhadap blue-screen.

Analisis Awal

Pandangan ARA KOMPUTER tertuju pada kulit luar PC. Sebuah gadget USB tergantung di sana. Begitu gadget dipasang, bahaya langsung menghadang. ARA KOMPUTER menghidupkan PC dan bersiap mengatakan sesuatu. Namun, Windows tidak memberi kesempatan. PC crash, blue-screen, dan game over. Kalimat ARA KOMPUTER terhenti di tenggorokan. Device-Manager: Langkah pertama sudah jelas, yaitu mencabut gadget karena masalahnya muncul begitu ia dipasang. ARA KOMPUTER dapat mem-boot PC tanpa crash dan sampai ke desktop Windows. ARA KOMPUTER menuju ke Device-Manager yang dapat memberikan informasi tentang adanya masalah hard-ware/driver. Tanda seru kuning di depan nama perangkat adalah petunjuknya. Untuk melacaknya, ARA KOMPUTER menutup Device-Manager dan memasang kembali gadget yang menimbulkan masalah.

Device-Manager dijalankan kembali dan tampak sebuah icon peringatan di depan ‘USB-Root-Hub’. Dengan mengklik kanan entri, ARA KOMPUTER masuk ke jendela Properties. Windows menjelaskan masalah ini dengan sederhana. “This device is not present, is not working properly, or does not have all its drivers installed. (Code 24)“. Perangkat tidak ada, tidak berfungsi dengan benar, atau tidak semua driver terinstalasi. Petunjuk yang sangat umum, tidak banyak membantu. Sebuah kesalahan tipikal pada perangkat USB adalah kurangnya pasokan daya. Namun, jika melihat spesifikasi perangkat USB tersebut, anggapan ini kemungkinan besar salah. Gadget hanya meminta arus 500 mA yang sudah pasti dapat dicukupi oleh USB-Root-Hub.

Sigverif: Sekarang, ARA KOMPUTER dapat memeriksa USB-driver. Namun, karena terlalu banyak icon peringatan di dalam Device-Manager, ARA KOMPUTER memutuskan untuk memisahkan driver yang bagus dan yang buruk. Klik “Start | Run” dan ketikkan perintah berikut.

sigverif

Sigverif adalah sebuah tools Windows yang dapat menampilkan semua driver tanpa signature yang berpotensi menimbulkan masalah. Driver yang memiliki signature telah diperiksa dengan teliti dalam “Windows Hardware Quality Labs”. Driver tanpa signature belum “diakui” aman oleh Microsoft.

Setelah menjalankan sigverif, ARA KOMPUTER memilih “Advanced | Look for other files that are not digitally signed”. Karena ARA KOMPUTER hanya mencari driver, ke dalam direktori pencarian dimasukkan “C:WindowsSys-tem32Drivers”. Dengan mengklik OK dan Start, proses pencarian dimulai.

Setelah beberapa saat, akan muncul daftar driver tanpa signature. Informasi lebih rinci dapat diperoleh dengan menutup jendela hasil verifikasi dan mengklik “Advanced | Logging | View log”. Untuk referensi nanti, simpan log-file bernama sigverif.txt ini di desktop agar mudah ditemukan

Verifier: Sekarang, pencarian biang keladi masalah akan dimulai. Untuk menemukan driver mana yang menyimpang, ARA KOMPUTER memeriksa semua driver tanpa signature dengan memberikan tes beban. Melalui “Start | Run”, ketikkan perintah berikut. Tools Verifier akan ditampilkan. Agar pemeriksaannya tuntas, dalam wizard ARA KOMPUTER memilih “Create custom settings | Next | Select individual settings from a full fist’. Tools Verifier ini dapat melakukan delapan jenis metode pemeriksaan, antara lain “Low resources simulation”. Untuk menemukan semua sumber kesalahan, ARA KOMPUTER perlu mengaktifkan semua metode yang tersedia.

Dalam langkah berikutnya, pilihan “Automatically select unsigned driver” terdengar bagus, tetapi informasi yang diperoleh nanti akan sangat sedikit dan tidak banyak membantu kita. Oleh karena itu, ARA KOMPUTER memilih “Select driver names from a list”.

Dengan bantuan log-file Sigverif, ARA KOMPUTER memilih driver yang akan diuji dan diload. Driver dengan catatan “Not Signed” dalam log-file adalah yang terutama perlu diperiksa. Setelah restart, akhirnya pemeriksaan driver yang sebenarnya dimulai-petualangan telah menuju ke arah yang benar.

Perjalanan ke Inti

ARA KOMPUTER memasang gadget USB dan kembali menghidupkan PC. ARA KOMPUTER langsung disambut dengan tampilan blue-screen berisi tulisan “STOP:OXOOOOOOA IRQ_OR_ LESS_EQUAL”. Laporan ini menunjukkan adanya masalah driver. Masalahnya, yang mana dan mengapa? Yang jelas, hanya kernel yang dapat menjawab karena ia yang berkomunikasi dengan pengguna melalui blue-screen.

ARA KOMPUTER harus masuk jauh ke dalam inti. Sebelumnya, tentu saja PC perlu di-re-start. Dengan menekan [F8], ARA KOMPUTER sampai ke safe-mode dan mengakhiri Verifier dengan perintah berikut.

verifier-/reset

Dengan perintah itu, tes beban dihentikan dan Windows kembali dijalankan dalam mode normal.

Aplikasi hanya boleh berada di kulit luar Windows (user-mode) dan tidak memiliki akses ke bagian inti. Oleh karena itu, aplikasi tidak menyebabkan blue-screen. Berbeda dengan driver. Ia memang berada di bagian dalam (kernel-mode) dan berkomunikasi langsung dengan inti Windows. Bila dua buah driver pada saat yang sama mengakses bagian yang sama dalam kernel-mode, akan timbul konflik. Kernel melaporkannya kepada pengguna dalam bentuk blue-screen dan pesan berujung “IRQ_OR_LESS_EQUAL”.

Berdasarkan pengetahuan ini, ARA KOMPUTER mulai masuk ke inti Windows untuk melihatnya bekerja. Untuk itu, klik kanan “My Computer” dan membuka “Properties”. Dalam tab “Advanced” pada “Startup and Recovery”, klik “Settings”. Matikan pilihan “Automatically restart” dan pilih “Kernel memory dump” dalam daftar di bawahnya. Konfirmasikan dengan mengklik “OK” dua kali.

Karena kita ingin menangkap driver saat terjadi konflik, kita harus menjamin agar blue-screen kembali ditampilkan. Untuk itu, jalankan kembali tool Verifier dan pilih “Special Pool” sebagai metode pemeriksaan. Dengan pilihan ini, driver akan dipaksa untuk tinggal dalam sebuah area alamat tertentu. Bila driver keluar dari area, blue-screen akan ditampilkan dan Windows merekam kejadian ini dalam sejenis log-file bernama Memory.dmp. Tutup Verifier dan restart PC dengan gadget USB bermasalah terpasang. Tentu saja, ARA KOMPUTER segera disambut dengan blue-screen dan pesan kesalahan yang sama. Bedanya, kali ini semuanya tercatat dalam file-log.

Sebelum dapat mengidentifikasi driver yang menimbulkan masalah, masih ada dua hal yang perlu dilakukan. Pertama, Verifier perlu ditutup dulu dalam modus safe-mode (Verifier /reset). Untuk menjaga agar file Memory.dmp tidak tertimpa, dalam jendela “Startup & Recovery” ARA KOMPUTER mengembalikan setting ke pilihan “Small memory dump (64 KB)”. Setelah me-re-start Windows perburuan driver yang rusak dimulai.

Kedua, untuk membaca file-log ARA KOMPUTER membutuhkan “Debugging Tools for Windows” yang dapat di-download dari www.microsoft.com/whdc/devtools/debug-ging/Installx86.mspx. Setelah file yang berukuran sekitar 15 MB ini terinstalasi, ARA KOMPUTER menjalankan tools WinDbg melalui “Start | All Programs | Debugging Tools for Windows | WinDbg”.

Agar tools dapat menampilkan file-log dengan benar, Microsoft menyarankan untuk men-download file simbol. Namun, karena ukurannya 170 MB, ARA KOMPUTER memilih “File | Symbol File Path” dalam WinDbg dan mengetikkan kode berikut.

SRV*C:Symbols*http://msdl.microsoft.com/downloadysymbols

Dengan kode di atas, WinDbg akan men-download simbol yang dibutuhkan oleh file-log dari Internet. Melalui “File | Open Crash Dump’l, ARA KOMPUTER me-load file-log ke dalam WinDbg dan menjawab pertanyaan “Save Information for workspace?” dengan mengklik “Yes”.

Jendela “Command” akan terbuka dan memberikan berbagai informasi. Yang menarik adalah kolom “Probably caused by”. Bila file yang tercantum di sini memiliki akhiran .sys, driver yang bermasalah langsung terungkap. Angka heksadesimal di belakang “Bugcheck” sama dengan yang tercantum setelah kata “STOP:” dalam blue-screen.

Karena WinDbg masih belum dapat mengungkap driver mana yang bermasalah, ARA KOMPUTER mencoba mendapatkan lebih banyak informasi dengan perintah berikut.

!analyze>-v

Penjelasan berikutnya memberitahukan nama kesalahan yang telah dikenal dari blue-screen, yaitu “IRQ_OR_LESS_ EQUAL”. Di bawahnya ada keterangan dalam bahasa Inggris. ARA KOMPUTER terus membaca hingga ke bagian “STACK_TEXT”. Di sini, tercantum nama dan area alamat fungsi-fungsi kernel yang sebelumnya ditampilkan.

Nama fungsi pada baris-baris di bagian atas yang tidak dimulai dengan “nt!” perlu dicurigai karena bukan merupakan fungsi kernel biasa. Ini terjadi bila sebuah driver bertabrakan dengan sebuah layanan Windows yang juga sedang berkomunikasi dengan kernel. Tampaknya, ARA KOMPUTER belum beruntung. Baris-baris ini dimulai dengan “nt!”. Namun, jangan menyerah dulu. ARA KOMPUTER mencoba perintah berikut.

!thread

ARA KOMPUTER berharap WinDbg akan menampilkan “IRP List” yang berisi keterangan tentang data yang dipertukarkan ketika crash. Ia ada di sana! ARA KOMPUTER meng-copy angka heksadesimal yang ada ke dalam kolom input dan menambahkan perintah “lirp” menjadi sebagaj berikut.

!irp-f8978ffc

Perintah di atas akan mengungkapkan bahwa ketika crash terjadi, sebuah paket IRQ (I/O Request Packet) disimpan di alamat yang dimasukkan sebelumnya, yaitu “f8978ffc”. Dua driver yang berbeda berusaha mengakses paket tersebut sehingga menyebabkan crash. Pelaku sudah tertangkap. Sekarang ARA KOMPUTER bisa kembali ke permukaan.

Kembali ke Permukaan

Setelah kembali ke desktop, ARA KOMPUTER menginstali dan menjalankan DriverMax untuk memeriksa driver yang ditemukan dalam WinDbg. Melalui “Update & Identification | Check for driver updates”, ARA KOMPUTER memeriksa apakah ada versi terbaru untuk driver yang rusak ini di Internet. Ternyata, driver untuk gadget USB ini sudah ketinggalan jauh versinya.

DriverMax menghubungi server dan menampilkan versi driver yang ter-install di samping versi aktualnya. Sayangnya, fungsi untuk men-download driver terbaru secara langsung masih belum berfungsi. Hanya kunjungan ke website produsen masing-masing hardware yang dapat membantu. Perjalanan selesai!

Fungsi yang Menyenangkan

DriverMax juga menawarkan fungsi untuk mem-backup semua driver yang ada ke dalam sebuah folder. Ini memberi keamanan dan kemudahan. Bila terjadi blues-creen, semua driver dapat dikembalikan seperti semula.

Untuk mem-backup, pilih “Driver Operation | Export Drivers”. Dalam setting default-nya, driver yang perangkatnya sudah disingkirkan pun ikut di-backup. Agar tidak ikut di-backup, klik “Settings” dan matikan “Show phantom devices”. Klik “OK | Select all | Next”. Tentukan folder tujuan backup Anda.

Jangan lupa untuk meng-copy file instalasi DriverMax (drivermax.exe) ke dalam folder backup lalu meng-copy semuanya ke media eksternal. Jika nanti meng-install ulang Windows, semua driver dapat langsung tersedia dengan satu langkah cepat: “Driver Operation | Import Drivers”.